Thursday, October 05, 2006

Kesepuluh Firman

Ini Kesepuluh Firman yang telah di berikan Allah kepada Musa untuk diturunkan kepada orang Israel. Saya percaya Kesepuluh Firman ini juga masih mesti diikuti oleh setiap orang. Apabila kita menuruti semua Kesepuluh Firman ini, sudah tentu kita akan hidup damai. Tetapi manusia sudah terlalu jauh dan ingkar untuk menurut perintah Allah.

Perintah Pertama (Ayat 3)
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku

Perintah Kedua (Ayat 4, 5 dan 6)
4Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu.

Perintah Ketiga (Ayat 7)
7Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan.

Perintah Keempat (Ayat 8, 9, 10, dan 11)
8Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Perintah Kelima (Ayat 12)
12Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Perintah Keenam (Ayat 13)
13Jangan membunuh.

Perintah Ketujuh (Ayat 14)
14Jangan berzinah.

Perintah Kelapan (Ayat 15)
15Jangan mencuri.

Perintah Kesembilan (Ayat 16)
16Jangan mengucapkan saksi dusta.

Perintah Kesepuluh (Ayat 17)
17Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atu keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”

Ringkasan
1. Jangan ada padamu allah lain
2. Jangan membuat bagimu patung
3. Jangan menyebut nama Tuhan sembarangan
4. Ingat dan kuduskan hari Sabat
5. Hormatilah ayahmu dan ibumu
6. Jangan membunuh
7. Jangan berzinah
8. Jangan mencuri
9. Jangan mengucap saksi palsu (Berbohong)
10. Jangan mengingini sesamamu manusia


Daripada ringkasan ini, kita boleh memperhatikan bahawa hukum 1,2,3 dan 4 adalah sangat berkait rapat atau memang berbicara tentang kasih kita kepada Allah. Sementara itu, hukum 5, 6,7,8,9, dan 10 itu berbicara tentang kasih kita kepada sesama manusia. Sebab itu, dasar sebenar iman seorang Kristian itu adalah kasihnya kepada Allah dan juga kasihnya kepada sesamanya manusia.

Tetapi sebelum mengupasnya dengan lebih lanjut, saya ingin mengajak kita semua untuk bukan sahaja membaca, tetapi merenungkan dengan lebih dalam lagi tentang kesepuluh firman ini. Dengan merenungkan Kesepuluh Firman ini, kita juga secara tidak langsung dapat menyelami dan menyelidiki hati kita masing-masing sejauh mana kita sudah mengaplikasikannya di dalam hidup kita seharian. Sementara saya menulis ini, secara jujurnya, ia menginsafkan saya bahawa saya masih TERLALU JAUH untuk mencapai kesepuluh firman ini. (From the very bottom of my heart, I sincerely admit that, I have not achieved or fulfill even few percent of the commandments.)

Mengapa saya berkata demikian? Saya ingin menjawab soalan ini juga dengan persoalan-persoalan di bawah ini. Adakah saya pasti bahawa saya tidak mempunyai allah lain di dalam kehidupan saya? Saudara yang dikasihi Allah, saya pernah mendengar beberapa hamba Tuhan mengatakan bahawa jika kita meletakkan hal-hal lain lebih utama daripada Allah di dalam kehidupan kita, hal-hal lain itu dianggap sebagai allah lain di dalam kehidupan kita.

Adakah saya pasti bahawa saya tidak membuat dan menyimpan patung dalam hidup saya? Saya percaya patung ini adalah simbolik kepada perkara-perkara atau barang-barang yang kita rasa lebih utama dan penting di dalam kehidupan kita. Kerjaya kita contohnya, boleh menjadi patung apabila kita sampai lupa Tuhan kerana terlalu mementingkan kerjaya kita. Wang juga boleh menjadi patung bila kita terlalu mencari wang hingga lupa kepada Allah.

Kita boleh mengambil masa untuk menyemak diri kita untuk perintah-perintah yang seterusnya itu. Tetapi saya ingin berbicara sedikit tentang hukum yang kelima iaitu hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN Allahmu kepadamu. Saya ingin mengajak kita untuk lebih mempraktikkan ini di dalam keluarga kita di Long Panai. Bagi yang masih mempunyai ayah dan ibu, tolong kasihi dan hormati mereka ketika mereka masih ada. Kalau sebelum ini kita kurang memperhatikan mereka, kurang memberi kasih sayang kepada mereka, menyakiti hati mereka dengan tindakan dan kata-kata kita, tolong ambil masa untuk meminta maaf dan mengasihi mereka seadanya mereka sementara mereka masih ada dengan kita.

Saya kehilangan seorang ayah yang paling dekat di hati saya. Seperti yang telah saya katakan, tidak adapun satu hari yang berlalu tanpa saya teringatkan bapa saya mendiang Wan Luhat. Hanya Tuhan tahu kerinduan saya kepada dia dan saya sering berkata “Kalaulah….kalaulah saya boleh memberikan segala keinginan hatinya, saya akan lakukan….” Tetapi saya puji Tuhan kerana hanya Tuhan yang mampu memberikan kepadanya segala keinginan hatinya. Dan saya tahu bahawa Tuhan tahu apa yang terbaik bagi dia. Tetapi sementara ayah dan ibu masih ada, jagalah mereka sebaik mungkin.

Seperti yang saya katakan pada awal tadi, iman kita sebagai seorang Kristiian adalah didasarkan kepada kasih kita kepada Allah dan kasih kita kepada sesama manusia. Berbicara tentang ini saya ingin mengajak kita untuk merenungkan perintah yang terutama yang Yesus katakan kepada seorang ahli taurat di dalam Markus 12:28-34.

29Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.”

Saudara yang dikasihi Tuhan, Yesus berkata bahawa tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini. Oleh itu jika kita sudah tahu tentangnya dan mempraktikkannya dalam kehidupan kita, Yesus berkata di dalam ayat 34:

34Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!”

Saudara, saya sangat bersukacita jika saudara dan saya mendapat jaminan ini. Jaminan bahawa kita tidak jauh daripada Kerajaan Allah dan sudah tentu akan berada di dalam Kerajaan Allah apabila Yesus datang menjemput saudara dan saya kelak.

Tuhan memberkati. Amen.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home